Cahaya bersinar di antara lika-liku malam
Yang sepi, dan menenggelamkan diriku
Akan batang-batang asa dan rindu
Menelusuri jejak-jejak daun rapuh
Yang dulu bersatu dengan ranting-ranting sendu
Kemanakah diriku pergi
Apakah bagian yang hilang, dapat kembali lagi?
Kemanakah akalku, merajuk
Apakah logikaku dapat mengais udara?
Kemanakah perasaanku, berjalan
Apakah hati dapat menuntun tubuh ini?
Dingin melewati sela-sela yang terjangkau angin,
Mengapa selalu ada pertanyaan,
di tengah labirin hidup,
dalam kesenduan,
kepahitan dan kesunyian yang ada?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Pageviews
Popular Posts
-
Sixteenth--June, 2015. We got our name high into the skies Flying, soaring and very willing of expanding our wings. Thus they made the c...
-
Cahaya bersinar di antara lika-liku malam Yang sepi, dan menenggelamkan diriku Akan batang-batang asa dan rindu Menelusuri jejak-jejak da...
-
Halo, para pembaca yang sedang bermain-main di dunia delusi--dunia maya. Aku Sera-- pembuat blog ini, This is my dream world. Where i can...
-
K elam yang dimakan api fatamorgana, yang berjalan seiring waktu.. kadang membuatku tersedu. Di pojok-pojok dinding polos yang usang, berjal...
-
Aku sensitif dengan kata hujan dan kemarau-- karena sejuknya hawa dan risihnya panas. Kalau boleh memilih; aku suka tengah-tenga...
-
Gelap. Benda berwarna suci itu, benda yang begitu sakral. Seonggok membawaku memberitahu bahwa dunia itu berisikan putih semata. Walau ya...
-
When i look again at my whole, it all seems black. Although the world i know is definitely composed by black and white-- but as i grow older...
-
Dan ketika malam mulai datang, gemuruh angin-angin sunyi yang tak terdengar. Aku harap suaraku sampai kepadamu, hingga ke liang kalbu, walau...
-
( cerpen yang kubuat ketika Ramadhan tahun 2016-an, kemarin hanya menjadi draft. ) Ramadhan, 1437 H Enggan Ira menetap, enggan ia terle...
0 komentar:
Posting Komentar